Kamis, 04 Oktober 2012

Makalah Manajemen Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bertolak dari asumsi bahwa life is education and education is life dalam arti pendidikan sebagai persoalan hidup dan kehidupan maka diskursus seputar pendidikan merupakan salah satu topik yang selalu menarik. Setidaknya ada dua alasan yang dapat diidentifikasi sehingga pendidikan tetap up to date untuk dikaji. Pertama, kebutuhan akan pendidikan memang pada hakikatnya krusial karena bertautan langsung dengan ranah hidup dan kehidupan manusia. Membincangkan pendidikan berarti berbicara kebutuhan primer manusia. Kedua, pendidikan juga merupakan wahana strategis bagi upaya perbaikan mutu kehidupan manusia, yang ditandai dengan meningkatnya level kesejahteraan, menurunnya derajat kemiskinan dan terbukanya berbagai alternatif opsi dan peluang mengaktualisasikan diri di masa depan.
Dalam tataran nilai, pendidikan mempunyai peran vital sebagai pendorong individu dan warga masyarakat untuk meraih progresivitas pada semua lini kehidupan. Di samping itu, pendidikan dapat menjadi determinan penting bagi proses transformasi personal maupun sosial. Dan sesungguhnya inilah idealisme pendidikan yang mensyaratkan adanya pemberdayaan.
Namun dalam tataran ideal, pergeseran paradigma yang awalnya memandang lembaga pendidikan sebagai lembaga sosial, kini dipandang sebagai suatu lahan bisnis basah yang mengindikasikan perlunya perubahan pengelolaan. Perubahan pengelolaan tersebut harus seirama dengan tuntutan zaman.
Situasi, kondisi dan tuntutan pasca booming-nya era reformasi membawa konsekuensi kepada pengelola pendidikan untuk melihat kebutuhan kehidupan di masa depan. Maka merupakan hal yang logis ketika pengelola pendidikan mengambil langkah antisipatif untuk mempersiapkan diri bertahan pada zamannya. Mempertahankan diri dengan tetap mengacu pada pembenahan total mutu pendidikan berkaitan erat dengan manajemen pendidikan adalah sebuah keniscayaan.
B. Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Manajejmen dan Kepemimpinan?
2.      Apa Persamaan Manajemen dan Kepemimpinan ?
3.      Apa Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan ?
C. Tujuan Penulisan
Mengetahui dan memahami Pengrtian Manajemen serta mengetahui Persamaan dan Perbedaan manajemen dan Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam.



BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Manajemen
Perkembangan dinamis aplikasi manajemen berangkat dari keragaman definisi tentang manajemen. Semula, manajemen yang berasal dari  bahasa Inggris: management dengan kata kerja to manage, diartikan secara umum sebagai mengurusi atau kemampuan menjalankan dan mengontrol suatu urusan atau “act of running and controlling a business” (Oxford, 2005).
Sementara, Malayu S.P. Hasibuan (1995) dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia” mengemukakan bahwa manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.
Manajemen kemudian diartikan sebagai suatu rentetan langkah yang terpadu untuk mengembangkan suatu organisasi sebagai suatu system yang bersifat sosio-ekonomi-teknis; dimana system adalah suatu kesatuan dinamis yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan secara organik; dinamis berarti bergerak, berkembang ke arah suatu tujuan; sosio (social) berarti yang bergerak di dalam dan yang menggerakkan sistem itu adalah manusia; ekonomi berarti kegiatan dalam sistem bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia; dan teknis berarti dalam kegiatan dipakai harta, alat-alat dan cara-cara tertentu (Kadarman, 1991).
Dengan demikian, manajemen merupakan kebutuhan yang niscaya untuk memudahkan pencapaian tujuan manusia dalam organisasi, serta mengelola berbagai sumberdaya organisasi, seperti sarana dan prasarana, waktu, SDM, metode dan lainnya secara efektif, inovatif, kreatif, solutif, dan efisien.
B. Penngertian Kepemimpinan dalam Pendidikan
Istilah kepemimpinan pendidikan mengandung dua pengertian, dimana kata pendidikan menerangkan di lapangan apa dan di mana kepemimpinan itu berlangsung, dan sekalaigus menjelaskan pula sifat dan ciri-ciri kepemimpinan, yaitu bersifat mendidik dan membimbing. Sebagaimana kata pendidikan yang menunjukkan arti yang dapat dilihat dari dua segi, yaitu:
  1. pendidikan sebagai usaha atau proses pendidik dan mengajar seperti yang dikenal sehari-hari
  2. pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas berbagai masalah tentang hakikat dan kegiatan mendidik mengajar dari zaman ke zaman atau yang membahas prinsip-prinsip dan pratik-praktik mendidika dan mengajar dengan segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas dan mendalam.
Dari dual hal tersebut, maka dapat penulis jelaskan bahwa kepemimpinan pendidikan pada dasarnya terdapat dan berperan pada usaha-usaha yang berhubungan dengan proses mendidik dan mengajar di satu pihak, dan pada pihak lain berhubungan dengan usaha-usaha pengembangan pendidikan sebagai satu ilmu dengan segala cabang-cabangnya dan ilmu-ilmu pembantu lainnya.
Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan sangat berperan penting dalam mengembangkan seluruh sumber daya yang ada termasuk sumber daya manusia (SDM), oleh karena itu, para pakar pendidikan mencoba mengartikan kepemimpinan pendidikan, yaitu:
1.  Nawawi (1994:82), mengatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah proses menggerakkan, mempengaruhi, memberikan motivasi, dan mengarahkan orang-orang di dalam organisasi atau lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk mewujudkan tugas terebut, setiap pimpinan pendidikan harus mampu bekerja sama dengan orang-orang yang dipimpinnya untuk memberikan motivasi agar melakukan pekerjaannya secara ikhlas. Dengan demikian, seorang pemimpin pendidikan harus memiliki jiwa kepemimpinan dalam mengembangkan sumber daya manusia lembaga pendidikan.

         2.  Fachrudi (1983: 33), mengatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan dalam proses mempengaruhi, mengkoordinir orang-orang lain yang ada hubungannya dengan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat berlangsung lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran.
        3. Sedangkan Assosiation of Supervision and curiculum Development (ASCD), menyatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah tindakan atau tingkah laku di antara individu-individu dan kelompok-kelompok yang menyebabkan mereka bergerak kea rah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan yang menambahkan penerimaan bersama bagi mereka.
Dari beberapa pendapat tersebut di atas, tentang pengertian kepemimpinan pendidikan, maka dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi, mengkoordinir, menggerakkan, memberikan motivasi dan mengarahkan orang-orang dalam lembaga pendidikan agar pelaksanaan pendidikan dapat lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang telah dirumuskan.
C. Persamaan dan Perbedaan antara Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam
Marno,M.Pd.I dalam bukunya menjelaskan bahwa kepemimpinan dan manajemen memiliki kaitan yang sangat erat, manajemen selalu diasosiasikan dengan rasionalitas pencapaian tujuan. Sedangkan kepemimpinan itu tidak hanya mementingkan ketercapaian tujuan tetapi juga peduli pada sisi penerimaan social. Oleh karenanya peranan sebagai pemimpin lebih luas dibandingkan dengan peranan sebagai manajer.

Ada perbedaan yang mendasar antara manajemen dengan kepemimpinan, yang secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut:

MANAJEMEN
KEPEMIMPINAN
1)      Para manajer adalah orang-orang yang melakukan hal-hal dengan benar
2)      Manajemen berurusan dengan upaya untuk menghadapi kompleksitas
3)      Manajer mendorong.
4)      Para manajer peduli pada bagaimana hal-hal dikerjakan.
5)      Fokus pada system dan struktur
6)      Lebih mengacu pada hasil akhir
7)      Efisiensi (dgn tenaga, Personil dan keuangan yang ada dpt mencapai tujuan)
8)      Manajer memberi perintah
9)      Jadi focus manajemen pada masalah operasional dan pelaksanaan suatu tugas. Dengan demikian manajemen lebih terfokus pada standar tertentu, problem solving, profesionalisme, dengan berpatokan pada undang-undang dan disiplin yang berlaku, serta penggunaan otoritas
1)      Para pemimpin adalah orang-orang yang melakukan hal-hal yang benar.
2)      Kepemimpinan berurusan dengan upaya untuk menghadapi perubahan.
3)      Pemimpin menarik
4)      Para pemimpin peduli terhadap apa makna berbagai hal bagi orang-orangnya.
5)      Fokus pada manusia
6)      Mengacu pada keluasan wawasan (Prestasi & Prestise Kerja)
7)      Efektifitas (berhasil guna, berdaya guna)
8)      Pemimpin berkomunikasi
9)      Kepemimpinan terkonsentrasi dan terfakus pada masalah hubungan dengan manusia dan memperhatikan masalah-masalah masa depan. Oleh karenan itu kepemimpinan tidak banyak memperhatikan hal lain kecuali masalah-masalah besar dan penting saja. Kepemimpinan banyak memperhatikan masalah visi, strategi dan selalu menekankan keteladanan dan pelatihan. Menghabiskan banyak waktu bersama dengan para pengikut serta memperhatikan mereka sebagai manusia

Persamaan keduanya adalah sama-sama pentingnya. Sebab jika hanya kepemimpinan yang berjalan maka dia hanya mengajari kita hidup di masa depan serta hubungan-hubungan dengan manusia, sementara kita tidak menghiraukan kebutuhan saat ini. Padahal tanpa itu, tidak mungkin kita bisa melanjutkan hidup hingga ke masa depan.    
Sementara jika manajemen saja, maka akan membuat kita jauh dari tujuan-tujuan jangka panjang, terikat oleh disiplin dan peraturan yang ada. Akibatnya, lupa hubungan-hubungan dengan sesama manusia. jadi kepekaan sosialnya kurang.




BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam pengembangan dan pengelolaan lembaga pendidikan Islam, maka unsur-unsur atau komponen-komponen yang ikut andil dalam mempengaruhi tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, karena satu sama lain saling berhubungan dan berkaitan dalam memaju lembaga pendidikan. Komponen-komponen tersebut antara lain, kepemimpinan, manajemen, administrasi dan organisasi. Empat komponen ini, dalam pandangan penulis, saling berhubungan dalam mengembangkan lembaga pendidikan terutama pengembangan sumber daya manusainya.
Persamaan Manajemen dan Kepemimpinman adalah sama-sama pentingnya. Sebab jika hanya kepemimpinan yang berjalan maka dia hanya mengajari kita hidup di masa depan serta hubungan-hubungan dengan manusia, sementara kita tidak menghiraukan kebutuhan saat ini. Padahal tanpa itu, tidak mungkin kita bisa melanjutkan hidup hingga ke masa depan
Sementara jika manajemen saja, maka akan membuat kita jauh dari tujuan-tujuan jangka panjang, terikat oleh disiplin dan peraturan yang ada. Akibatnya, lupa hubungan-hubungan dengan sesama manusia. jadi kepekaan sosialnya kurang.


DAFTAR PUSTAKA
Fattah, Nanang. 2009. Landasan Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya
Jurnal el-Harakah. 2003. Wacana Baru Pendidikan, Keagamaan, dan Kebudayaan. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN-Malang
Marno, Triyo Supriyatno. 2008. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam. Bandung: Refika Aditama
Wahjosumidjo. 2005. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar